The Dinamic Duo... Check this out v^^
Onyezz feat. Anna - Give Your Heart A Break (Demi Lovato Cover)
Sunday, December 15, 2013
Saturday, November 30, 2013
Onyezz feat. Anna - I Dont Know Why (Moony Cover)
The Duets are back in town.. Check this out.. ow yeaah....
Onyezz feat. Anna - I Dont Know Why (Moony Cover)
Onyezz feat. Anna - I Dont Know Why (Moony Cover)
Saturday, September 7, 2013
Thursday, September 5, 2013
Grand Cosplay - Lin as Sherlock
Lin as Sherlock at The Grand Cosplay
Music: Punch Two by Akiba KICK
http://www.reverbnation.com/akibakick
Sunday, June 9, 2013
Putri dan Pemain Mandolin
Suatu
ketika di sebuah kerajaan ada seorang putri cantik jelita. Sang putri sangat
pandai, baik dan ramah. Semua rakyat sayang kepadanya, dan Sang Putri sangat
peduli pada rakyatnya. Sang Putri sangat sayang kepada keluarganya, dan
keluarganya sangat menjaga Sang Putri.
Suatu
hari ada seorang pemain mandolin datang ke kerajaan itu. Penampilan si pemain
mandolin yang dari negara jauh terlihat asing di kerajaan itu. Akan tetapi
permainan musik si pemain mandolin sangat indah dan riang hingga selalu membuat
orang yang mendengarnya menari-nari. Keramahan dan keceriaan dari pemain
mandolin ini membuat dia mudah berbaur dan dikenal penduduk kerajaan ini.
Perlahan berita ini sampai terdengar oleh sang Putri.
Suatu
hari ada seorang pemain mandolin datang ke kerajaan itu. Penampilan si pemain
mandolin yang dari negara jauh terlihat asing di kerajaan itu. Akan tetapi
permainan musik si pemain mandolin sangat indah dan riang hingga selalu membuat
orang yang mendengarnya menari-nari. Keramahan dan keceriaan dari pemain
mandolin ini membuat dia mudah berbaur dan dikenal penduduk kerajaan ini.
Perlahan berita ini sampai terdengar oleh sang Putri.
Karena
ingin tahu, sang Putri kemudian menyamar menggunakan pakaian yang biasa
digunakan penduduk dan kemudian membaur. Dia pun menyaksikan dan menikmati
permainan si pemain mandolin. Perlahan tanpa sadar dia semakin mendekat dengan
tempat si pemain mandolin memainkan musik. Si pemain mandolin yang sedang asik
memainkan musiknya kemudian terusik atas kehadiran seseorang wanita cantik yang
sedang menyaksikan dia bermain. Tak perlu waktu lama bagi si pemain mandolin
untuk jatuh cinta kepada sang Putri yang menyamar itu. Walaupun sang Putri
kerap kali menunduk sambil menyaksikan permainan si pemain mandolin, tapi dia
tidak bisa menyembunyikan kecantikan yang dimilikinya.
Beberapa
saat kemudian setelah si pemain mandolin selesai dengan pertunjukannya, dia
kemudian mengajak bicara sang Putri. Tanpa tahu siapa yang dia ajak bicara dia
kemudian mengajak sang Putri berkenalan. Di tengah percakapan mereka, sang
Putri perlahan tertarik kepada si pemain mandolin, dengan kepolosannya dan
lelucon yang tak henti-henti membuat sang Putri tertawa lepas. Dan percakapan
pertama mereka berlangsung hingga lewat tengah malam tanpa mereka sadari. Si
pemain mandolin menawarkan diri untuk mengantarkan sang Putri pulang, akan
tetapi sang Putri menolaknya (tentu saja karena dia dalam penyamaran menjadi
rakyat biasa, dan menyembunyikan bahwa dia tinggal di Istana). Walaupun si
pemain mandolin memaksanya tapi sang Putri bersikeras untuk pulang sendiri.
Dengan berat hati si pemain mandolin merelakannya untuk pulang sendiri setelah
diyainkan bahwa sang Putri akan baik-baik saja dan akan kembali esok hari untuk
menyaksikan permainan si pemain mandolin lagi.
Keesokan
harinya, sang Putri kembali menyaksikan penampilan si pemain mandolin, dan
mereka kembali bercakap-cakap hingga lewat tengah malam. Dan keesokan harinya.
Dan keesokan harinya. Hingga entah bagaimana dan kapan mulainya, mereka telah
saling mencintai. Dan lama kelamaan si pemain mandolin pun mengetahui, bahwa
kekasihnya ini adalah putri dari kerjaan itu. Walaupun status sang Putri telah
diketahui, mereka tetap saling mencintai dan menjalani hubungannya, secara
rahasia. Sebisa mungkin sang Putri tidak ingin keluarganya tahu tentang pemuda
ini.
Saat
hendak bertemu si pemain mandolin seringkali Sang Putri diantar oleh salah satu
Kesatria dengan pangkat tertinggi dari kerajaan itu. Hanya untuk mengantar,
menjaga keamanan Sang Putri saat keluar dari istana. Beliau adalah kesatria
terpercaya Sang Raja, yang lahir dari keluarga bangsawan di kerajaan itu. Saat
mengantar, Sang Kesatria akan menunggu di suatu tempat, dan saat hendak
kembali, Sang Putri akan menemuinya di tempat tersebut. Akan tetapi diam-diam
rupanya Sang Kesatria telah menaruh hati kepada Sang Putri. Untuk beberapa
waktu, dia cukup nyaman mendengarkan cerita Sang Putri tentang kisahnya dengan
si Pemain Mandolin. Akan tetapi lama kelamaan dia ingin memiliki Sang Putri
untuk dirinya sendiri. Hingga dia melaporkan hubungan Sang Putri dengan si
pemain mandolin.
Raja
yang merasa si pemain mandolin memiliki status sosial yang jauh di bawah
putrinya dan keluarganya berang. Dia tidak ingin putrinya berhubungan dengan
orang yang jauh derajatnya dibawah dia. Dan saat tahu bahwa putrinya mencintai
pemuda itu, dia semakin murka. Akan tetapi Sang Raja berpikir, jika ia
semerta-merta menangkap si pemain mandolin, memenjarakannya di penjara bawah
tanah atau bahkan memenggalnya, nama baik Sang Raja akan rusak dan akan
dianggap keji. Sang Raja kemudian menitipkan Sang Putri kepada sang kesatria
untuk terus berada di samping Sang Putri kapanpun untuk menjaganya.
Seperti
biasa saat penampilannya si pemain mandolin menanti Sang Putri. Akan tetapi
malam itu Sang Putri tidak terlihat, berganti sepucuk surat yang diantar oleh
seorang pesuruh kerajaan. Satu malam. Dua malam. Satu minggu. Satu bulan. Tiga
bulan. Enam bulan. Surat itu berhenti datang. Selama itu, tidak satu malam-pun
si pemain mandolin berhenti menunggu untuk bertemu Sang Putri. Tapi tanpa
disadari, lagu-lagu ceria si pemain mandolin berubah menjadi lagu yang
berisikan kesedihan. Tidak jarang, orang-orang yang menonton menitikan air mata
tanpa mereka sadari saat menyaksikan penampilan si pemain mandolin.
Tanpa
si pemain mandolin ketahui, rupanya Sang Kesatria perlahan mengambil hati Sang
Putri, seiring dengan penjagaan dia dan waktu yang dia habiskan untuk
mendengarkan kesedihan Sang Putri yang merindukan si pemain mandolin. Pada saat
itu. Tapi perlahan seiring waktu hati Sang Putri luluh dan merasa Sang
Kesatria-lah yang selalu ada di sampingnya. Kemudian tanpa disadari Sang Putri
telah melupakan si pemain mandolin. Lagu-lagu yang si pemain mandolin
persembahkan untuknya pun telah ia lupakan.
Setelah
beberapa waktu, mereka kemudian melangsungkan pernikahan. Pernikahan yang
sangat luar biasa, sangat mewah, sangat meriah. Seluruh rakyat di negara itu
turut merayakan kegembiraan itu. Kecuali satu orang. Kecuali si pemain mandolin.
Si
pemain mandolin duduk menyendiri. Dia duduk sendiri di tempat dia biasa tampil.
Hatinya luar biasa hancur. Dia yang sangat mencintai Sang Putri dengan seluruh
hatinya. Tak sesaatpun dia berhenti menanti Sang Putri, dan betapa terkejutnya
dia saat acara ini digelar. Kemudian saat puncak acara dia bergerak menuju
istana. Didalamnya musik berkumandang, semua orang tertawa ceria, menari-nari
kesana kemari. Dari kejauhan tampak Sang Putri dan Sang Kesatria di sebuah
balkon istana, memandang ke bawah, ke arah pesta yang sedang berlangsung.
Si
pemain mandolin kemudian naik ke panggung di tengah pesta itu. Perlahan suasana
menjadi sunyi. Seluruh isi istana menunggu tindakan si pemain mandolin, menunggu
lagu yang hendak dimainkannya. Mereka menunggu lagu ceria yang biasa dimainkan
si pemain mandolin. Dan bersuaralah petikan dari mandolin tersebut.
Akan
tetapi bukan nada ceria yang terdengar. Sama sekali bukan nada ceria. Sangat
jauh dari nada yang ceria. Bahkan lagu itu membuat semua orang terkejut dan
menitikan air mata. Begitu sedihnya lagu itu. Bait pertama lagu itu, semua
minuman dan makanan menjadi asam dan busuk. Bait kedua semua pohon layu, bahkan
perlahan menyebar ke seluruh kerajaan. Bait ketiga semua air mengering hingga
ke seluruh kerajaan. Dan bait terakhir lagu itu, bulan dan bintang berhenti
bersinar. Seluruh kerajaan berada di dalam kegelapan. Akan tetapi seluruh tubuh
si pemain mandolin bersinar. Sang Putri yang melihatnya sangat terkejut, sambil
tak henti meneteskan air mata. Tak henti dia memandang pemuda yang pernah ia
cintai dan kemudian melupakannya. Tidak terlihat lagi keberadaan sang Kesatria.
Entah karena kegelapan atau memang dia sudah tak berada disampingnya lagi.
Perlahan badan si pemain mandolin terangkat ke udara. Dia melayang. Dari
tempatnya dia tersenyum kepada Sang Putri. Senyum perih. Kemudian perlahan si
pemain mandolin menghilang, dari mulai ujung tangan, ujung kaki, hingga senyum
perihnya yang terakhir terlihat, hilanglah keberadaan si pemain mandolin.
Saturday, March 30, 2013
Kenali by. Ivana
Kita memang harus lebih banyak mengenal, ada banyak hal yang aku tak mengerti akan dirimu.
Tentu kamu merasakan hal yang sama, kamu juga sulit mengerti aku, bukan?
Seperti contohnya hari ini dan hari hari sebelumnya, kamu tahu bahwa beberapa hal tertentu akan memancing kekesalanku
Tapi kamu toh tidak perduli, seperti saat kamu tidak perduli sekarang, akan apa yang aku pikirkan, aku rasakan dan aku inginkan.
Kamu bilang aku menyebalkan, tapi kamu tidak mau menjelaskan hal apa yang kamu anggap sebagai menyebalkan dan yang kamu anggap sebagai tidak menyebalkan.
Ah, Mars dan Venus...seperti kita... dilahirkan tidak sama, bahkan sungguh sangat berbeda, maka kita harus mencari cara agar diantara mars dan venus dibangun jembatan, seperti aku dan kamu...
Yaaa, aku dan kamu...supaya kita bisa saling mengenal.
Kenali aku dulu, sayang...
by. Ivana
Tentu kamu merasakan hal yang sama, kamu juga sulit mengerti aku, bukan?
Seperti contohnya hari ini dan hari hari sebelumnya, kamu tahu bahwa beberapa hal tertentu akan memancing kekesalanku
Tapi kamu toh tidak perduli, seperti saat kamu tidak perduli sekarang, akan apa yang aku pikirkan, aku rasakan dan aku inginkan.
Kamu bilang aku menyebalkan, tapi kamu tidak mau menjelaskan hal apa yang kamu anggap sebagai menyebalkan dan yang kamu anggap sebagai tidak menyebalkan.
Ah, Mars dan Venus...seperti kita... dilahirkan tidak sama, bahkan sungguh sangat berbeda, maka kita harus mencari cara agar diantara mars dan venus dibangun jembatan, seperti aku dan kamu...
Yaaa, aku dan kamu...supaya kita bisa saling mengenal.
Kenali aku dulu, sayang...
by. Ivana
Tuesday, January 15, 2013
Words From a Friend
It started out as a feeling
Which then grew into a hope, which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word
And then that word grew louder and louder'Til it was a battle cry
I'll come back when you call me, no need to say goodbye
Just because every thing's changing, doesn't mean it's never been this way before
All you can do is try to...
"The Call by Regina Spektor"
Which then grew into a hope, which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word
And then that word grew louder and louder'Til it was a battle cry
I'll come back when you call me, no need to say goodbye
Just because every thing's changing, doesn't mean it's never been this way before
All you can do is try to...
"The Call by Regina Spektor"
Subscribe to:
Posts (Atom)






